ABORSI
Diberi pertanyaan, saat seseorang melahirkan, ternyata ada masalah yang mengharuskan kita memilih secepatnya antara menyelamatkan ibu atau bayinya dengan resiko salah satu akan meninggal. Mungkin saat awal kita diberi pertanyaan ini , kita pasti akan shock. Kebanyakan ibu, bila ditanya hal seperti itu, pasti dia akan menjawab dokter untuk menyelamatkan anaknya saja. Bayi yang telah ia kandung selama 9 bulan.
Kembali ke topik, bila saya dihadapkan pada hal tersebut, maka saya akan memilih ibu. Mengapa ? Karena menurut saya, seorang ibu telah berjuang untuk dapat melahirkan anak tersebut. Tetapi Tuhan belum berkehendak, sehingga diberi cobaan tersebut. Jika kita memutuskan untuk menyelamatkan sang anak, menurut saya, kita seperti kehilangan seorang sosok yang sudah berjuang untuk melahirkan anak tersebut, kita senang anak itu lahir tapi ibunya meninggal. Untuk apa ? Kalau mau senang, senang bersama sang ibu juga. Lagi pula, apabila bukan sekarang saatnya, maka mungkin di kesempatan lain sang ibu itu bisa kembali mengandung dan melahirkan anak lagi. Sedangkan bila kita memilih anak, anak itu hanya akan menjadi satu-satunya dan dia tidak bisa mengganti posisi ibunya yang sudah tiada.
Bila saya sendiri yang dihadapkan pada posisi sang ibu, bukannya mau egois, tapi saya akan memilih untuk tetap hidup, saya akan menganggap ketidak berhasilan saya melahirkan seorang anak merupakan buah dari karma buruk saya atau kelalaian saya saat masa kandungan sehingga itu akan menjadi pelajaran bagi saya, apabila mengandung seorang jabang bayi lagi, saya harus lebih berhati-hati menjaga calon bayi saya kelak. Saya percaya karma tetap berjalan, tidak dapat diberikan kepada orang lain melainkan akan tetap bersama kita di kehidupan selanjutnya.
Pemilihan antara ibu dan anak ini bisa disebut juga sebagai tindak aborsi demi kehidupan. Bukan disengaja, memang ada karma buruk yang didapat saat memutuskan salah satu yang ingin dipertahankan. Anggapannya 1 orang meninggal, atau keduanya akan meninggal. 2 karma buruk dari pembunuhan lebih buruk daripada 1 karma buruk yang didapatkan dari unsur pembunuhan.