EUTHANASIA
Jika orang tua saya sakit keras dan perlu dipasangi alat-alat medis untuk menyambung kehidupan, dengan alasan apapun saya tidak akan pernah menyabut alat tersebut walaupun dokter berkata bahwa sudah tidak ada kemungkinan hidup lagi bagi orang tua saya. Harga yang harus dibayar untuk pengobatan dengan pemasangan banyak alat memang tidaklah murah, tetapi semahal apapun alat tersebut, saya tidak akan mencabutnya walau saya harus berusaha mati-matian mencari uang untuk membiayainya. Walau saya harus menjual barang-barang saya ataupun meminjam uang kepada bank ataupun kerabat.
Mengapa saya rela melakukan hal tersebut ? Jawabannya 1 . Kasih sayang . Orang mungkin berkata euthanasia merupakan pembunuhan yang berunsurkan kasih sayang, tetapi menurut ajaran Buddha, pembunuhan tetaplah pembunuhan. Apalagi bila melakukan pembunuhan terhadap orang tua kita sendiri. Itu akan mengakibatkan karma yang sangat besar, sangat berat. Setiap orang mempunyai karma nya masing-masing, termasuk orang tua saya. Bila orang tua saya harus terbaring di rumah sakit dalam waktu yang lama, mungkin itu merupakan buah dari karma nya di masa lampau. Apabila buah dari karma buruknya di masa lampau itu habis di kehidupannya yang sekarang dengan terbaring sakit di rumah sakit, itu merupakan hal baik ? Sehingga di kehidupan yang akan datang maka ia mungkin akan terlahir di kehidupan yang lebih baik sesuai dengan buah dari karma nya.
Apabila di tengah-tengah kondisi, saat dimana ia sedang menerima buah dari karma buruknya di rumah sakit, kita memutuskan untuk menghentikan penggunaan alat bantu kehidupan pada orang tua kita, bukankah hal tersebut akan membuat orang tua kita makin menderita lagi ? Itu akan membuatnya lebih menderita di kehidupan yang selanjutnya.
Lagipula, harus kita sadari. Orang tua terutama ibu sudah berjuang melawan maut demi melahirkan kita ke dunia ini. Orang tua kita telah membesarkan kita, merawat kita dengan baik sampai kita besar, menikah dan hidup dengan baik. Apa pantas kita memutuskan untuk tidak merawat orang tua kita di saat-saat terakhirnya tersebut ? Seharusnya di saat-saat seperti inilah, kita sebagai anak menunjukkan kewajiban kita sebagai seorang anak, bergantian merawat orang tua yang renta, seperti saat dulu, orang tua merawat kita yang lemah dan tidak tau apa-apa.
No comments:
Post a Comment